Sabtu, 07 Juni 2014

Journey to Paris-Amsterdam 2013

Hello, here we go again! Gue pengen nyeritain semua dan selengkapnya cerita trip journey gue ke Paris. This is my first time! Pertama kalinya ikut Konferensi di luar negeri, pertama kalinya ke luar negeri sendirian, dan pertama kalinya ke Paris! Woohoo!

Jadi gini ceritanya, gue ke Paris dalam rangka presentasi di Olimpiade Karya Tulis Ilmiah yang diadain sama PPI Prancis. Ini merupakan acara mereka setiap 2 tahun sekali. Berhubung banyak banget yang nanya gimana caranya ikutan ini. Jadi caranya pertama cari info di google, terus kamu ketik aja "call for paper 2013" dan biasanya gue tambahin mau di negara mananya. Nah nanti keluar listnya. Kamu tinggal pilih mau konferensi yang bertema apa. Biasanya ada renewable energy, food, economics, sciences, climate changes, etc. Kalo udah gitu, kamu baca aja websitenya. Liat kapan deadline submit papernya, ataupun abstractnya. Menurut gue ini salah satu cara kita bisa jalan2 keluar negeri sekaligus nyari link di luar sana. Jadi kita tau pola pikir orang di luar Indonesia gimana dalam mengatasi masalah dunia yang kita hadapi sekarang. 

Kemarin sebelum apply ke OKTI 2013, gue nyoba apply ke Kyoto dan paper gue ga keterima. Yaaa it's okay, maybe God has another bigger plan for me. And yeah that's right! Tim gue dapet email kalo paper kita diterima 25 besar dan diundang untuk presentasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia Paris. Sebelum pengumuman OKTI ini, gue nyoba lagi apply ke Jepang.
"If you never try, you'll never know.
You're failed until you stop trying. just try and never give up." 

Akhirnya gue sama temen gue --Nilam-- nyoba apply ke Osaka (Asian Conference on Civil, Material, Engineering, Science 2013). Karena dia sama gue punya impian yang sama: JEPANG! Then we accepted!!! OhMyGod... but tanggalnya mepet banget sama konferensi OKTI ini. Jadi yang di Osaka itu konferensinya tanggal 7-9 November 2013, sedangkan OKTI 26-27 Oktober 2013. Akhirnya gue harus merelakan ke Osaka dan lebih memilih ke Paris. Temen gue Nilam juga ada konferensi di Hongkong pada tanggal yang sama kaya OKTI. Okaaay, maybe next time. We still have so much time to reach our dream :)

--Persiapan keberangkatan--
H-1 bulan, tim gue apply proposal sponsor ke mana-mana. But, until 2 weeks left, we got nothing. Akhirnya yang fix berangkat dari tim gue cuma gue dan kakak kelas gue dari Universitas lain. Tiket pesawat gue di cover sama Wakil Dekan Fakultas gue. Ohya masalah visa, gue apply visa 1 minggu sebelum keberangkatan. Visanya GRATIS! Karena salah satu temen dari tim gue ada yang email ke salah satu institut di Perancis, dan di email itu dibales "maaf kami tidak bisa membantu dana, tetapi kami bisa membantu membuatkan visa tim anda secara gratis". Lumayan banget kan, tanpa wawancara dan yang seharusnya bayar 1,2 juta jadi GRATIS! (Advice: kalo kamu jadi mahasiswa dan mau konferensi ke luar coba aja cara ini). Kemudian, visa jadi H-2 sebelum keberangkatan.

24 OKTOBER 2013

Di hari keberangkatan, tanggal 24 Oktober 2013 gue masih ngerasa selow. Gue belom dapet feel kalo gue bakal ke Paris. Pas keberangkatan gue, ada 2 temen gue yang ikut nganter ke Bandara namanya Uli dan Helmy. Mereka sahabat gue dari SMA. Si Uli ini kekeh banget pengen nganter gue sampe ke Bandara. Katanya biar nanti dia bisa nyusul gue ke Eropa dan ngelanjutin sekolah di London. Aamiiiin! --Gue doain nih Li :')-- Thanks to both of you guys. You're the best I've ever had! :))


Jadi, rute perjalanan gue itu Jakarta-Amsterdam (Garuda Indonesia) dan Amsterdam-Paris (kereta Thalys). Selama perjalanan, gue dapet tempat duduk di bisnis!! Dan sebelah gue itu semacam manager Garuda Indonesia yang kerja di Amsterdam. Namanya Om Ardito. Gue ngobrol banyak sama dia. Ternyata pejabat juga punya jalan pemikiran yang sama kaya gue. Masalah Indonesia, Pendidikannya, Pemimpinnya lalalalala. Kita juga punya selera humor yang sama. Selama 14 jam perjalanan, gaada berhentinya kita cerita. Sampe kita nonton film pun bareng. Waktu itu kita nonton "White House Down" yang ga sampe selesai, karena udah keburu landing sampai di Amsterdam, sempet agak bete sih tapi ya dibawa ketawa aja hahaha. Perjalanan gue nambah 1 temen, lumayanlah. 

Gue suka traveling karena gue nemu orang baru, ngobrol sama mereka dan tuker pikiran sama mereka. That's why I love traveling! :)

25 OKTOBER 2013


Here we goooo! I've arrived at Schiphol Amsterdam Airport. Dulu gue pernah kesini, tapi waktu masih SD kelas 6. Dan itu sama keluarga gue. Beda sama sekarang, sekarang gue sendirian. Asik! The journey is beginning......
Gue mau naik kereta ke Amsterdam Centraal, karena kereta Thalys gue yang menuju Paris startnya dari situ. (FYI: Beli tiket Thalys itu online dan pake Credit Card. Kamu cukup ngeprint bukti tiket yang ada di email). Dan kereta dari bandara menuju Centraal itu ada di platform 1-2, gue bingung ini yang mana keretanya. Gue tanya orang ternyata kereta nya itu ada di platform 1, sedangkan gue lagi nunggu di platform 2. Giliran gue ke platform 1, keretanya udah berangkat -__- gue mesti nunggu 20 menit sekali. Udah 2x gue ketinggalan kereta ke Amsterdam Centraal. Kalo diinget-inget kocak juga gue dikerjain sama jadwal kereta hahahaha.
Finally gue sampe di Amsterdam Centraal. Gue mau keliling Amsterdam jalan kaki. Dan koper gue pun gue lockerin di stasiun. Dengan bayar 8 Euro pake credit card, dijamin aman. Soalnya sistem lock self service gitu. Begitu gue keliling disana, gue langsung jatuh cinta sama Amsterdam! Orangnya ramah, bisa bahasa inggris semua (jadi ga perlu khawatir kalo nyasar), dan cuacanya luar biasa dingin sejuk menusuk gitu :')

Di sekitar Amsterdam Centraal ada Dam Square dan Madame Tussaud. Nah gue sebelumnya udah pernah ke lokasi yang sama bareng keluarga gue di tahun 2004. Ya perbedaannya sekarang gue pergi sendiri, no tour guide atau apapun itu. Just by my self. Sekarang gue ngerti dengan traveling sendiri itu kamu jadi bisa lebih mandiri dan mengandalkan dirimu sendiri. Kamu akan berdecak kagum dengan dirimu sendiri, "ternyata gue bisa ngelakuin sampe sejauh ini sendirian".



Setelah gue capek muter-muter dan asik-happy sendiri, gue balik lagi ke Amsterdam Central karena gue akan berangkat ke Paris by train. Yang gue suka dari Eropa itu seni bangunannya. Selama perjalanan gue di kereta menuju Paris, gue salah tempat duduk dan gue dipanggil sama petugasnya. Akhirnya daripada gue ribet ngangkat koper dan tas gue, mendingan gue duduk di gerbong pintu aja. Disitu sepi. Jujur, gue ngerasa susah nyari tempat wudhu atau solat disana. Jadi gue solat di kursi dengan tayamum. Setiap orang buka gerbong pintu pasti ngeliat gue yang lagi solat hahaha. And theeen finally! Akhirnya sampe juga gue di Paris! Nama stasiunnya Gare du Nord. Disana gue dijemput sama pelajar Indonesia, namanya mas Putu. Gak susah sih nyari mas Putu ini di tengah keramaian, karena yang muka Indonesia gampang dicari haha. Umurnya 25 tahun dan dia lagi S3 jurusan Matematika. Selama perjalanan kita ngobrol dan sharing. Ternyata dia S2 di Jepang. Gatau kenapa gue selalu excited kalo ketemu orang yang punya mimpi sama dan atau dia udah pernah ke tempat yang gue mimpiin. 
Pas udah sampe penginapan, gue ketemu temen-temen tim lain yang juga jadi peserta konferensi. Gue kenalan satu sama lain. Ada Nancy --mahasiswa S1 di Russia--, Mba Wuwuh dan Mba Bekti --mahasiswa S2 di Thailand--, Mba Muthia --mahasiswa S2 di Belanda--, Fery --mahasiswa S1 di Unila--, Avief --mahasiswa S1 di Unbraw--, Kak Dini; Kak Eva; dan Kak Fitri --mahasiswa S2 di IPB--, mba Nanda --mahasiswa S1 di UNS--, mba Inda --mahasiswa S2 di UIN--. Mereka semua cerita ttg gimana kuliah dan hidupnya di masing-masing negara. Dan itu coool!!!

26-27 OKTOBER 2013

Presentation day!
Tim gue dapet giliran kedua terakhir. Dan pas gue liat rundown acaranya itu jam 5 sore. Bandingin aja jam 5 sorenya di sana itu jam 11 malem nya di Jakarta (saat itu udah masuk Winter Time). Gue berusaha untuk gak ngantuk selama konferensi berlangsung hahaha. Diantara kondisi deg-degan presentasi perdana gue dengan bahasa Inggris, ngantuk, jetlag, dan gue harus bisa! Let's do this! And here we go..... It takes 25 minutes for presentation is about 10 mnts, and then discussion 15 mnts. It goes well. Thanks God. Alhamdulillah :) 


Foto peserta bersama Kedubes Perancis dan Panitia OKTI 2013

Setelah kelar event OKTI, kita semua diajakin "Tour de Paris" bareng panitia. Kita ke Eiffel, Notre Dame, dan Louvre. Kemudian kita balik ke penginapan dan kita ngobrol sampe malem di Cafe Resto Turki. Soalnya nyari makanan halal di sana susah. Jadi kalo nemu resto Turki langsung aja masuk kesitu. Semenjak gue dari Paris, gue jadi suka makanan "Nasi Kebuli" :) 

28 OKTOBER 2013

It's time to explore Paris full day!
Gue bareng temen-temen yang lain ngadain tour sendiri dengan ngajak panitia sebagai guide hahaha. Namanya Abram. Asli Jawa. Dia lagi studi S1 di Paris. Terus kita beli oleh-oleh, foto-foto, dan ngunjungin tempat asik lainnya. Karena gue trip bareng Abram ini gue jadi afal naik Metro line berapa dan harus turun di stasiun mana kalo mau ke tempat tujuan favorit di Paris. Big thanks to Abram! Setelah seharian jalan kaki dan muter-muter, pas nyampe di penginapan pun tepar dan harus siap-siap checkout besok pagi karena departure time by train gue back to Amsterdam adalah jam 6.30 pagi! 




29 OKTOBER 2013

Ternyata di Paris jam segitu pun masih sepi dan Metro baru mulai beroperasi jam 6 pagi. Pas gue check out ada bule cewek mau ke Stasiun Gare Du Nord juga dengan jam yang sama. Terus gue ditawarin sharing Taxi sampe sana. Ya gue ga nolak lah. Patungan kan lumayan haha.

Lalu, gue jam 6.00 am udah nyampe stasiun dan duduk anteng nunggu kereta sambil ngobrol dengan bule yang tadi. Ternyata dia asal Australia. Kita ngobrol banyak. Excited rasanya ngobrol dengan orang yang memiliki point of view  & culture yang berbeda. Akhirnya gue berangkat ke Amsterdam lagi dan langsung menuju ke bandara Schiphol dengan kereta yang sama (gue beli tiket yg destinationnya langsung ke bandara Schiphol). Pas nyampe di bandara jam 9.30 pagi, gue mau check-in flight to Jakarta jam 11 siang. Boarding time gue jam 1 siang. And then..... SOMETHING BIG IS HAPPENING!
*Check-in* 
Ticketing  : Can you show me your passport?
Me         : Wait for a second.... *nyari* *ga ketemu* *panik* *bongkar isi ransel dan tas* *ngecek koper* *mau nangis* *ambil nafas panjang* Can I show you a copy of my passport? I think my passport was lost. OhmyGod please, can you help me with this situation?
Ticketing  : Ok, let me see if I can change your flight or not... because your boarding time is about next 2 hours. And now is 10.00am. hmm..... how lucky are you! your ticket date is flexible. You can change it as you want. You want to change it?
Me           : yes! For tomorrow maybe?
Ticketing  : I’m sorry for tomorrow there’s no flight. How about the day after tomorrow?
Me           : Ok, no problem. You can change it now. Thanks a lot.

Panik gue mereda karena tau tiketnya bisa diubah tanggalnya. Kalo ngga? Berabe! Gue mesti beli tiket lagi. Tapi tiba2 mba ticketingnya bilang "Don't forget to bring your passport here on the day after tomorrow." Gue langsung mikir keras, ilang dimana ya paspor gue..... *duduk di pojokan*. Disitu gue baru ngeh ternyata paspor gue ketinggalan di hostel tempat gue nginep di Paris. Ternyata dompet gue juga ketinggalan. Ada di satu tas kecil, di bawah bantal kasur gue. Gue panik! Dompet atm paspor ada disitu semua. Gue nyari-nyari uang buat nelfon pake telfon koin. Untung gue nyimpen nomer mas Putu! Gue langsung nelfon dia dan bilang tlg ambilin dan pegang pasporku. Nelfon ke Paris mahal banget pake telfon koin ampun deh -_-' Sampe akhirnya telfon keputus karena gue gaada duit lagi. Gue nangis. Bingung mesti ngapain. Dan disitu gue baru ngeh kalo ada WIFI. Gue aktifin dan mas Putu nge-line gue. Dalem hati gue, "Ok masalah paspor kelar, dan skrg gimana caranya gue ke Paris ambil paspor sdgkn dompet gue disana dan gue ga punya uang lagi." Bokap nyokap gue bahkan jadi orang terakhir yang gue kabarin kalo paspor gue ketinggalan di Paris. Karena mereka jauh dari gue dan gue harus memprioritaskan orang-orang di sekitar gue yang bisa bantu gue. Gue bongkar koper gue dan nemu amplop yang isinya uang Dolar Amrik. Langsung gue tukerin ke Euro dan cuma dapet 23 Euro. 

Anyway mas Putu ngenalin gue ke ketua PPI Belanda, namanya mas Saka. Gue chat whatsapp sama dia dan dia mau bantuin gue, tapi gue harus ketemu dia di Leiden. Karena dia ada kuliah jam 2. Tapi chat gue terputus di tengah jalan karena Free WIFInya limited for 1 hour. Gue belum tau dimana posisi gue ketemuan. Orangnya pake baju apa dan kaya gimana. Ah tambah panik lagi gue. Akhirnya gue ke tempat information. Gue curcol disana. Dan gue dipinjemin telfon hahaha.
Gue       : Mas Saka, ini aku Farah yang tadi chat WA. Mas jadi ketemunya dimana?
Mas Saka: heh kok chatnya ga dbls? ini lo nelfon pake apa?
Gue       : Pake telfon bandara! hahahaha. Free WIFInya limit 1 jam doang.
Mas Saka: Keren! hahaha yaudah gue tunggu di starb**k stasiun Leiden ya 1 jam lagi. Gue pake baju warna putih. Masuk aja nanti kita gausah pesen, ngobrol doang hahaha.
Gue       : Oke, see you mas. Thanks before!

Alhasil gue pake uang seadanya ke tempat mas Saka. Pas gue ketemu orangnya, gue cerita. Dia mahasiswa S2 di Leiden University. Dan dia langsung ngajak gue ke suatu tempat deket dari stasiun. Gue tanya, "kita mau kemana mas?" "kok nanya? ya ke kantor polisi lah" "hah? ngapain mas? duh aku kan ga punya passport. ntar malah di deportasi blabla" "nah justru itu! lo di negara orang gapunya dokumen ID, bahaya. buat surat izin kehilangan dulu" "oh oke I got it!" Setelah dibuatin suratnya, gue dipinjemin duit buat ongkos ke Paris-Belanda. Dan dia ngomong "karena gue ada kuliah bentar lagi, jadi lo gue titipin ya sama temen gue, cewek, orang jawa gitu, namanya Mauril, lo kesana ntar dia yg bantu lo beli tiket bis/kereta buat ke Paris-Belanda" "Oke sip mas, thanks a lotttt! See you next time! Nanti duitnya bakal gue balikin kalo gue udah megang dompet" "Itusih gampang, nanti juga bisa pas lo udah sampe di Indo. Yang penting lo nyampe dulu di Indo"

Akhirnya gue ketemu sama Mauril dan temennya yg namanya Vega dan Adrin. Ternyata Vega alumni Alpus 1, sebelah SMA gue -_- dan Adrin rumahnya di Bintaro hahaha dunia memang sempit. Mereka mahasiswa S1 di Belanda. Thanks God once again, your help is coming in the right time, without expected. Dan gue ditawarin mau makan apa nanti malem (gue baru inget belum makan dari pagi tadi saking panik dan buru-burunya). Akhirnya gue dibeliin tiket bis via online ke Paris (jam 11 malem) dan back to Amsterdam by train tanggal 30 Oktober 2013 (jam 5 sore). Setelah beli tiket, kita mampir ke grocery store gitu. Disana jual macem-macem bahan baku makanan Indonesia. Gue excited ngeliat ada Indomie! Ada INDOMIE RASA UDANG!!! Setau gue, di Indonesia gaada mie rasa ini. Kok disini ada makanya gue excited! Gue langsung beli! Terus mereka komentar "hahaha biasa aja kali liat mienya, seneng bgt kayanya. Rasanya enakan asli Indo lah pasti" "Bukannya gitu, di Indo itu gaada mie rasa ini, makanya gue kaget haha". Pas gue nyampe di apartemen mereka, gue dimasakin pasta. Dan gue cerita & ketawa bareng mereka. Kemudian gue ngeluarin abon dan makanan Indo lainnya dari koper. Terus mereka excited gitu komentar "Yaampuuun ada abon!! Ada kripik pisang", kali ini gantian gue yang komentar "biasa aja kali liat abon sama kripiknya hahahahaha". Dan malemnya gue berangkat naik bis menuju Paris. Sesingkat itu pertemuan gue dengan mereka tapi udah kayak kenal lama :')

30 OKTOBER 2013

Gue nyampe Paris jam 6 pagi. Baru ngeh kenapa ya gue selalu berhubungan dengan Paris dan jam 6 pagi -_- Lalu, gue janjian sama mas Putu di Mcd jam 9 pagi. Pas janjian sih gue iya iya aja, karena gue kira Mcd nya 24 hours. Gataunya... ngga! Gue nunggu diluar dengan angin sedingin itu, pas gue liat suhunya 4 derajat. Sepi. Orang yang lewat jarang-jarang. Yaiyalah mana ada orang yang mau keluar gelap-gelap jam segini. Pas jam 8.00 Mcd buka, dan gue orang yang pertama masuk! hahaha. Setelah gue ketemu mas Putu, gue berterimakasih sedalam-dalamnya sama dia karena dia udah banyak bantu gue. Big thanks for mas Putu!

Lalu, here we go again.... Gare Du Nord. Stasiun di Paris. Udah berkali-kali gue kesini dalam waktu 1 minggu ini. "Gue laper dan gue butuh makan nasi", batin gue dalam hati. Udah beberapa hari ini perut gue belum keisi sama nasi. Akhirnya gue keliling keluar daerah Gare du Nord, nyari restoran jepang. Karena disana pasti ada sushi, dan sushi itu dari nasi. Finally gue nemu. Ya not badlah. Rasa Jepang banget sushinya. Lalu, gue balik ke Stasiun untuk nunggu kereta ke Amsterdam. Pas gue lagi nunggu kereta, ada orang Indonesia nyamperin gue dan nanya "orang Indo kan?" nah kita ngobrol dan dia kerja di Belanda ternyata. Dia lagi ngalamin masalah yang sama kayak gue. Paspornya ilang di Paris. Makanya dia ngurus di Imigrasi sini. Dan yang lebih parah, dia udah pesen tiket ke AMS tapi tiketnya itu ada di temennya. Temennya gabisa dihubungin. Dia mau minjem duit gue dulu buat beli tiket. DEG! Disini gue mikir, posisi dia sama banget apa yg gue alamin kemarin! Gue harus bantu atau gue takut ini kasus penipuan. Disitu gue dilema to the max! Gue akhirnya berniat bantu dia dengan cara minjemin uang. Dan di detik-detik terakhir kereta mau berangkat, temennya dateng ke stasiun dan bawa tiket yang dia pesen. ALHAMDULILLAAAAH! gue ucapin ini di stasiun dengan nada agak keras. Karena gue tahu posisi gue lagi ribet-ribetnya dan begitu tau temennya dateng langsung PLONG!

"We don't meet people by accident. 
They are meant to cross our path for a reason."

Gue berangkat jam 5 sore. Bisa diestimasikan nyampe Amsterdam jam 8 malem. Gue duduk di kereta dan tenang. Bisa tidur. Tapi ternyata masalah ga selesai sampe disitu. Pas tujuan terakhir berhenti, bukan di Amsterdam! JRENG JENG JENG..... Gue turun, dan itu jam 8.05 pm. Gue liat ini di stasiun mana, ternyata di BRUSSEL! Jeng jeng! Gue panik, stasiunnya udah agak sepi lagi. Gue tanya Office Boy disana, dan dia bilang gue harus naik kereta lokal (semacam KRL) ke Amsterdam. Dan jadwalnya itu jam 8.15 terakhir ke Amsterdam. Habis itu gaada lagi. Kalo mau besok pagi. Gue langsung lari-lari menuju peron bawa koper dan ransel gue yang berat banget karena bawa laptop -_- karena gue tau kereta di luar negri tidak sama seperti kereta di Indonesia: ngaret! Gue masuk ke kereta yang tujuan Amsterdam dan liat jam tangan gue pukul 8.13 *tepar fyuh untung keburu*.

Begitu di kereta, gue sms Mauril di Belanda, dan bilang kalo gue mau nginep di Apartemennya. Tapi dia bilang lagi nginep di apartemen temennya, jadi gue dikasih alamatnya dan disuruh nginep disana aja bareng-bareng. Untung gue pake nomer Telkoms*l. No problem banget di luar negri. Sekali sms tapi 10ribu -_- Lalu, gue sampe di apartemen temennya, namanya Dede. Mahasiswa S1 di Belanda juga. Gue langsung tidur karena udah capek banget dan besok paginya gue harus ke bandara Schiphol buat pulang ke Jakarta.

31 OKTOBER 2013

Akhirnya gue balik ke bandara ini lagi untuk kedua kalinya! Gue langsung check-in dan Alhamdulillah lancar-lancar sajaaaa :') Selama gue ngantri check-in, gue kenalan sama orang Indonesia yang tinggal di Paris karena dapet suami orang sana. Dia rumahnya di Kemang. Gue cerita banyak sama dia. Sampe kita minta ticketingnya biar duduknya sebelahan di pesawat. Gue seneng, setiap perjalanan gue ketemu orang baru. Berinteraksi dengan orang baru! Ketika gue lagi di Waiting Room, gue chat semua orang yang udah bantu gue selama di Belanda dan Paris. Gue berterima kasih sebanyak-banyaknya sama mereka. Dan Mauril bilang ke gue, kalo Powerbank gue ketinggalan di apartemen temennya. Akhirnya gue bilang,
           "Simpenin dulu ya, aku ambil kalo aku kesana lagi.  
         Mungkin Allah nyuruh aku buat balik lagi ke Belanda."

----------------------------------------------THE END-----------------------------------------------------











Rabu, 26 Juni 2013

Dreamer & Visioner itu beda tipis

Kali ini gue bakal nyeritain semua mimpi dan impian gue selama gue hidup. Gue berprinsip mau jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Contoh hal kecil aja deh gue hobi banget ngerangkum sebelum ujian. Nah rangkuman itu suka gue bagi-bagiin ke temen gue di kelas. Toh niat gue yang penting bermanfaat bagi orang lain. Tapi disatu sisi mungkin orang lain ngeliatnya gue kaya dimanfaatin karena gue rajin bikin rangkuman. Gue ga peduli apa kata orang lain. Nah gue punya beberapa impian sederhana tapi menurut gue ini "proyek luar biasa" versi gue.

Pertama: setelah gue lulus S1 nanti gue mau ngelanjutin S2 di Jepang (Aamiin). Hal yang gue lakuin supaya ini terealisasikan adalah gue perdalam bahasa jepang dan inggris gue mulai sekarang. Gue mulai nyari professor pembimbing gue disana nanti. Kenapa mesti Jepang? Karena disana teknologinya super canggih dan keren, makanya gue pengen banget belajar disana. Terus nanti gue aplikasiin alatnya di pedesaan Indonesia. Gue tertarik banget dengan kata yang berbau teknologi atau alat alternatif. Gue pengen punya rumah yang isinya itu alat teknologi buatan gue sendiri. Daridulu pengen banget gue buat teknologi listrik dari arus listrik dan dari matahari. Walaupun udah banyak yang make, tetep aja gue pengen nyoba bikin sendiri. Gue termasuk tipe orang yang kalo belom ngerti atau nyoba sendiri tentang suatu hal gaakan pernah bosen atau berpindah dari hal tersebut.

Kedua: gue pengen punya usaha sendiri. Pastinya sih produk pangan. Karena gue suka banget sama "indomie", sampe-sampe gue punya cita-cita pengen bikin perusahaan yang bisa ngalahin PT Indofood. Gue berfikiran kenapa bumbu indomie itu enak banget tapi bahaya dan masih aja ada yang beli? *termasuk gue*. Akhirnya gue bulatkan tekad, penelitian skripsi gue tentang mie dan msg. Mie nya dari tepung ikan, sedangkan msg nya dari kulit udang. Dan gue pun udah ngetag dosen pembimbing gue nantinya. Semoga lancar aamiin :)

Ketiga: gue pengeen banget ke daerah pedesaan daerah Sumatera, Sulawesi dan Irian. Disana gue pengen memberikan solusi bagi masalah mereka disana. Mau sharing dengan orang sana. Mau ngajar anak-anaknya juga. Sebenernya sih gue pengen banget ikutan "Indonesia Mengajar". Tapi kalo gak keterima pun yaudah gue secara independen aja ke daerahnya. Gak masalah sendiri atau sama siapapun. Kalo bisa disaat gue mau mencapai misi ketiga ini gue udah menikah, jadi gue punya seseorang yang gue sayangi yang akan selalu mensupport gue apapun yang gue lakukan ini. Niat gue ngelakuin ini semua: memperbaiki negara gue sendiri, berbuat baik sama orang lain, bermanfaat bagi orang lain dengan apa yang gue punya. 
Nah sekarang gue mesti mikir realistis: Impian vs Realita. Realita? Semuanya butuh uang. Disitu gue mikir, gue harus ngumpulin banyak duit dari sekarang lewat usaha gue. Apapun itu. Gue ga pernah terfikirkan gimana hidup gue nanti. Mapan apa ngga? Bakal sering liburan keluar negri apa ga? Pake barang bermerk apa ngga? Yang gue pikirin adalah gue ada di lingkungan alam yang tenang, berinteraksi dengan masyarakat, hidup sederhana.

Entah kenapa gue suka banget kalo ngeliat gambar ini. Seakan-akan jadi to-do lists untuk orang-orang yang punya pemikiran hidup sama kaya gue.

Ini gue ambil dari buku "Berani Mengubah" nya bang Pandji Pragiwaksono
Ya ini adalah mimpi gue secara garis besar. Sederhana tapi butuh pengorbanan yang luar biasa untuk mencapainya. But I remember, this is your dream. If you can write it, then you have to believe that you can do it. You must be stronger. You have to be an independent woman that can do everything for yourself. Everything needs sacrifice Far :)

Minggu, 02 Desember 2012

In the right time, with the right person and for the best reason.

Hampir semua remaja di Ibukota pasti pada punya pacar, atau setidaknya ada perasaan "pengen" punya pacar. Gue heran sama orang yang terkadang sampe minta dicariin pacar dengan cara minta dikenalin sama temennya. YaAllah please gausah sampe minta-minta gitu bisa kan? Harga diri kalian kemana? Kalian itu wanita loh. Harusnya dimuliakan oleh para pria. 

Gini, gue mau sharing aja ya, selama di IPB gue dapet begitu banyak pelajaran. Khusus untuk masalah yang satu ini, bisa dibilang lingkungan itu sangat berpengaruh pada berubahnya kepribadian seseorang. Secara, di IPB itu ga cuma mahasiswanya aja yang "agamis dan terbuka" tapi dosennya pun juga welcome. Itu yang gue rasain sekarang. Gue berusaha mempertahankan "GUE" yang sekarang. Mungkin ga penampilan gue aja yang berubah, tapi gue ngerasa "pola pikir dan sikap" gue pun juga berubah menjadi lebih baik. Gue mencoba untuk berjuang menabung untuk bekal gue di akhirat nanti. Jadi, kalo ingin berubah untuk menjadi wanita shalihah karena Allah, mulailah dari sekarang! Jadilah hamba yang selalu mengorbankan segalanya dan selalu menomorsatukan Allah dalam urusan apapun, karena nanti Allah akan melakukan hal yang sama untukmu. Entah dalam hal apapun itu. Biasanya doa-doa yang "kepepet" itulah pertolongan Allah datang. 

Untuk yg perempuan, gue tau dan gue pernah ngerasain rasanya suka sama orang. Tapi untuk statement "apa salahnya wanita duluan yang menyatakan cinta?" itu masih ga logis di pikiran gue. Seharusnya perempuan itu ya tinggal nunggu aja dilamar sama calon suaminya. Kaya ceritanya Fatimah sama Ali bin Abi Thalib, yang sampe sekarang mereka berdua menjadi inspirasi gue untuk bersabar menunggu lelaki yang tepat. Gue percaya Allah udah mempersiapkan skenario yang terbaik buat pertemuan antara gue dan jodoh gue nantinya. Ohiya ngomong soal jodoh, gue baru beli novel karya nya Brili Agung Zaky Pradika yang berjudul Jangan Bodoh Mencari Jodoh. Disitu gue dapet banyak masukan. Gue baru tau kalo misalanya kita pengen jodoh seperti apa, kita harus minta sama Allah dan kalo berdoa sebut namanya. Lalu, kita harus menuliskan tipe jodoh yang kita mau seperti apa (ex. dependable, brave) tapi dengan syarat tipe-tipe yang kita tulis harus sesuai dengan diri kita. Kalau gue nulis rajin shalat tahajud & dhuha otomatis gue juga harus rajin shalat tahajud dan dhuha. Karena jodoh kita merupakan refleksi dari diri kita. Tapi tetep, melakukan itu semua niatnya hanya untuk Allah. Inget kan kata Allah lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik pula.
"Jodoh itu tidak ditunggu, tetapi kitalah yang harus menjemput jodoh kita. Pantaskan diri kita seperti jodoh yang kita inginkan" - Brili Agung.
"Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat." 
Jadi ya "memantaskan diri" kita itu termasuk usaha dan ikhtiar kita kepada Allah. Kebanyakan orang berpikir usaha itu cari pacar sana sini, obral pin bb dan nmr hape, minta dikenalin or something. Bukan seperti itu usaha yang Allah inginkan.
"Stop looking for a partner. Focus on yourself and rebuilding your life. Eventually the right person will find you." @TheLoveStories
 Mendekatlah pada-Nya. Berdoalah kepada-Nya.
"YaAllah jika ia jodohku maka dekatkanlah kami, mudahkanlah jalan kami untuk bersatu, satukanlah hati dan pikiran kami hanya untuk-Mu yaAllah. Tolong berikanlah aku pertandaMu jika ia memang jodohku. Tolong buat aku menyadari kehadirannya jika ia ada di dekatku. Bila ia bukan yang terbaik untukku di sisi-Mu, maka hilangkanlah rasa ingin hidup bersama dengannya. Lenyapkanlah bayangan dirinya dalam pikiranku. Dan gantikanlah dengan yang lain, yang terbaik untukku di mata-Mu." - @faaraisyaah
Untuk para perempuan yang sedang beranjak umur kepala 2, bersiaplah menjadi ibu dalam kurun waktu 5 atau 6 tahun ke depan. Jadilah ibu yang bisa membimbing anaknya menuju surga-Nya, jadilah seorang istri yang selalu melengkapi suami semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. 


Kamis, 12 Juli 2012

This is my new life!

Hello world! I'm new here :}

And my new life is beginning...

Sekarang gue kuliah di IPB, Bogor. Gue mahasiswi THP 48 (Teknologi Hasil Perairan), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Gue merasa beruntung banget bisa masuk IPB lewat jalur undangan SNMPTN. Karena di IPB itu sistemnya kalo yang masuk lewat jalur undangan, berarti dia ikut program "Matrikulasi". Kalo udah lulus matrikulasi, berarti nanti gausah ikut kuliah reguler mata kuliah yang lo dapet. Gue ngerasa kaget dengan sistem matrikulasi ini. Karena satu mata kuliah 1 semester itu diselesaikan dalam 1 bulan. Nah mata kuliahnya diacak. Kebetulan gue dapetnya FISIKA! Ga kebayang sama sekali kalo itu bakal ada laporan praktikumnya. Secara, pas gue SMA mana pernah disuruh buat laporan kaya gitu. Pas ngejalaninnya ternyata asik banget! Dalam seminggu jadwal gue itu ada kuliah 3x, Praktikum 2x. Yang bikin kaget itu laporannya dikumpul setiap 2 hari sekali! Mana ada tugas dari dosen kuliah juga setiap pertemuan dan mesti ditambah laporan praktikum -_- yasudahlah tidak ada waktu untuk belajar buat ujian. Setiap 2 minggu ada UTS dan UAS. Menjelang ujian gue baru belajar H-1 dan itu masing-masing ada 7 bab. SMA kan ga pernah kaya gitu, makanya nilai matrikulasi banyak yang jeblok karena matrikulasi bisa dibilang "Sistem Peralihan". Alhamdulillah nilai yg gue dapet ga mengecewakan :')

Lalu, gue mau cerita tentang ASRAMA. Semua mahasiswa di IPB wajib tinggal di asrama selama TPB (Tingkat Persiapan Bersama). Gue di A1 kamar 104 lorong 8. Temen satu kamar gue orang Jawa & orang Cianjur. Namanya Mutiara & Etik. Yang satu suka ngomong bahasa Jawa dan yang satunya lagi suka ngomong Sunda. Gue gak pernah ngerti kalo temen gue udah ngumpul sama temen-temennya yang sesama sunda, terus habis itu ngomong pake bahasa sunda. Gue yg dengernya kaya mereka itu lagi ngomong bahasa asing. Entah itu apa. Hahahaha -_- Ohya, ga butuh waktu lama bagi gue untuk beradaptasi di asrama. Temen-temen dari seluruh Indonesia ada disana. Gue jadi tau banyak bahasa daerah mereka. Dari Medan, Padang, dll. Selanjutnya, berhubung gue kamar 104, otomatis gue jadi deket sama penghuni 105 dan 107. Penghuni 105 ada Niar, Rizka, Resty, sama Sabihah. Ya nama nya singkat banget cuma Sabihah. Orangnya juga berbeda daripada yang lain. Gatau kenapa dia itu selalu mempermasalahkan masalah yang sepele. Biasa dipanggil "Eyang" karena umurnya yang udah 20 tahun ini dan dia ngomong "aku" itu "saya". Karena alasan yang sepele -_-. Oh, hampir gue lupa, ada juga penghuni 105 "tambahan" yaitu Riana. Dia itu lorong 9 tapi suka main ke kamar 105 karena "soulmate"-nya ada di 105. Penghuni 107 ada Ulfa, Gina, Euis, sama Chinthia. Si Ulfa atau Paul ini birthday-nya bareng sama gue. 25 Desember!!! Kalo si Gina atau biasa disebut "Banggin" ---karena dia mirip abang-abang---, itu dibilang kembaran gue. Gue paling klop kalo udah sama Banggin ini. Apa aja diketawain, apa aja diomongin. Kalo dia udah ngomong khas Cirebonnya yang ngapak itu LOL banget bisa sampe ngakak guling-guling gue kalo udah dengernya. 
I've spent everything with them. Food, Time, Laugh, Sad, Story, Study. Everything. They're just like my second family. I miss you & always love you guys