Skip to main content

In the right time, with the right person and for the best reason.

Hampir semua remaja di Ibukota pasti pada punya pacar, atau setidaknya ada perasaan "pengen" punya pacar. Gue heran sama orang yang terkadang sampe minta dicariin pacar dengan cara minta dikenalin sama temennya. YaAllah please gausah sampe minta-minta gitu bisa kan? Harga diri kalian kemana? Kalian itu wanita loh. Harusnya dimuliakan oleh para pria. 

Gini, gue mau sharing aja ya, selama di IPB gue dapet begitu banyak pelajaran. Khusus untuk masalah yang satu ini, bisa dibilang lingkungan itu sangat berpengaruh pada berubahnya kepribadian seseorang. Secara, di IPB itu ga cuma mahasiswanya aja yang "agamis dan terbuka" tapi dosennya pun juga welcome. Itu yang gue rasain sekarang. Gue berusaha mempertahankan "GUE" yang sekarang. Mungkin ga penampilan gue aja yang berubah, tapi gue ngerasa "pola pikir dan sikap" gue pun juga berubah menjadi lebih baik. Gue mencoba untuk berjuang menabung untuk bekal gue di akhirat nanti. Jadi, kalo ingin berubah untuk menjadi wanita shalihah karena Allah, mulailah dari sekarang! Jadilah hamba yang selalu mengorbankan segalanya dan selalu menomorsatukan Allah dalam urusan apapun, karena nanti Allah akan melakukan hal yang sama untukmu. Entah dalam hal apapun itu. Biasanya doa-doa yang "kepepet" itulah pertolongan Allah datang. 

Untuk yg perempuan, gue tau dan gue pernah ngerasain rasanya suka sama orang. Tapi untuk statement "apa salahnya wanita duluan yang menyatakan cinta?" itu masih ga logis di pikiran gue. Seharusnya perempuan itu ya tinggal nunggu aja dilamar sama calon suaminya. Kaya ceritanya Fatimah sama Ali bin Abi Thalib, yang sampe sekarang mereka berdua menjadi inspirasi gue untuk bersabar menunggu lelaki yang tepat. Gue percaya Allah udah mempersiapkan skenario yang terbaik buat pertemuan antara gue dan jodoh gue nantinya. Ohiya ngomong soal jodoh, gue baru beli novel karya nya Brili Agung Zaky Pradika yang berjudul Jangan Bodoh Mencari Jodoh. Disitu gue dapet banyak masukan. Gue baru tau kalo misalanya kita pengen jodoh seperti apa, kita harus minta sama Allah dan kalo berdoa sebut namanya. Lalu, kita harus menuliskan tipe jodoh yang kita mau seperti apa (ex. dependable, brave) tapi dengan syarat tipe-tipe yang kita tulis harus sesuai dengan diri kita. Kalau gue nulis rajin shalat tahajud & dhuha otomatis gue juga harus rajin shalat tahajud dan dhuha. Karena jodoh kita merupakan refleksi dari diri kita. Tapi tetep, melakukan itu semua niatnya hanya untuk Allah. Inget kan kata Allah lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik pula.
"Jodoh itu tidak ditunggu, tetapi kitalah yang harus menjemput jodoh kita. Pantaskan diri kita seperti jodoh yang kita inginkan" - Brili Agung.
"Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat." 
Jadi ya "memantaskan diri" kita itu termasuk usaha dan ikhtiar kita kepada Allah. Kebanyakan orang berpikir usaha itu cari pacar sana sini, obral pin bb dan nmr hape, minta dikenalin or something. Bukan seperti itu usaha yang Allah inginkan.
"Stop looking for a partner. Focus on yourself and rebuilding your life. Eventually the right person will find you." @TheLoveStories
 Mendekatlah pada-Nya. Berdoalah kepada-Nya.
"YaAllah jika ia jodohku maka dekatkanlah kami, mudahkanlah jalan kami untuk bersatu, satukanlah hati dan pikiran kami hanya untuk-Mu yaAllah. Tolong berikanlah aku pertandaMu jika ia memang jodohku. Tolong buat aku menyadari kehadirannya jika ia ada di dekatku. Bila ia bukan yang terbaik untukku di sisi-Mu, maka hilangkanlah rasa ingin hidup bersama dengannya. Lenyapkanlah bayangan dirinya dalam pikiranku. Dan gantikanlah dengan yang lain, yang terbaik untukku di mata-Mu." - @faaraisyaah
Untuk para perempuan yang sedang beranjak umur kepala 2, bersiaplah menjadi ibu dalam kurun waktu 5 atau 6 tahun ke depan. Jadilah ibu yang bisa membimbing anaknya menuju surga-Nya, jadilah seorang istri yang selalu melengkapi suami semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. 


Comments

Popular posts from this blog

Would you like to know me more, my future husband?

Dear, my future husband.
I am intended to make a post just for you. I don't know why, but my heart told me that I should make it as soon as I can. So here we are....Hai partner hidupku nanti! Sekarang kita hanya terpisahkan oleh jarak dan waktu. Bila saatnya nanti tiba, kuharap kamu tak akan pernah menyesal telah memilihku, karena akupun juga begitu :)Aku ingin menceritakan sedikit tentang diriku kepadamu. Tapi yang akan kuceritakan adalah kekuranganku. Kenapa kok kekurangan sih yang diceritain? Yes, I want to share my weaknesses only to you, so you can lend your shoulder to me when reality happens beyond my expectation. So, these are my lists as you can see down below:1. Bicaraku cepat sekali. Maaf kalau intonasi bicaraku terlalu cepat untuk kau pahami. Aku sungguh terbiasa dengan bicara cepat, bahkan aku juga membaca dengan cepat pula. Jika aku bicara dengan intonasi lamban, respon syaraf di otakku juga melambat sehingga aku akan lupa dengan kata-kata apa yang aku bicarakan. Ane…

Dreamer & Visioner itu beda tipis

Kali ini gue bakal nyeritain semua mimpi dan impian gue selama gue hidup. Gue berprinsip mau jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Contoh hal kecil aja deh gue hobi banget ngerangkum sebelum ujian. Nah rangkuman itu suka gue bagi-bagiin ke temen gue di kelas. Toh niat gue yang penting bermanfaat bagi orang lain. Tapi disatu sisi mungkin orang lain ngeliatnya gue kaya dimanfaatin karena gue rajin bikin rangkuman. Gue ga peduli apa kata orang lain. Nah gue punya beberapa impian sederhana tapi menurut gue ini "proyek luar biasa" versi gue.
Pertama: setelah gue lulus S1 nanti gue mau ngelanjutin S2 di Jepang (Aamiin). Hal yang gue lakuin supaya ini terealisasikan adalah gue perdalam bahasa jepang dan inggris gue mulai sekarang. Gue mulai nyari professor pembimbing gue disana nanti. Kenapa mesti Jepang? Karena disana teknologinya super canggih dan keren, makanya gue pengen banget belajar disana. Terus nanti gue aplikasiin alatnya di pedesaan Indonesia. Gue tertarik banget d…

Journey to Paris-Amsterdam 2013

Hello, here we go again! Gue pengen nyeritain semua dan selengkapnya cerita trip journey gue ke Paris. This is my first time! Pertama kalinya ikut Konferensi di luar negeri, pertama kalinya ke luar negeri sendirian, dan pertama kalinya ke Paris! Woohoo!
Jadi gini ceritanya, gue ke Paris dalam rangka presentasi di Olimpiade Karya Tulis Ilmiah yang diadain sama PPI Prancis. Ini merupakan acara mereka setiap 2 tahun sekali. Berhubung banyak banget yang nanya gimana caranya ikutan ini. Jadi caranya pertama cari info di google, terus kamu ketik aja "call for paper 2013" dan biasanya gue tambahin mau di negara mananya. Nah nanti keluar listnya. Kamu tinggal pilih mau konferensi yang bertema apa. Biasanya ada renewable energy, food, economics, sciences, climate changes, etc. Kalo udah gitu, kamu baca aja websitenya. Liat kapan deadline submit papernya, ataupun abstractnya. Menurut gue ini salah satu cara kita bisa jalan2 keluar negeri sekaligus nyari link di luar sana. Jadi kita tau…