Minggu, 02 Desember 2012

In the right time, with the right person and for the best reason.

Hampir semua remaja di Ibukota pasti pada punya pacar, atau setidaknya ada perasaan "pengen" punya pacar. Gue heran sama orang yang terkadang sampe minta dicariin pacar dengan cara minta dikenalin sama temennya. YaAllah please gausah sampe minta-minta gitu bisa kan? Harga diri kalian kemana? Kalian itu wanita loh. Harusnya dimuliakan oleh para pria. 

Gini, gue mau sharing aja ya, selama di IPB gue dapet begitu banyak pelajaran. Khusus untuk masalah yang satu ini, bisa dibilang lingkungan itu sangat berpengaruh pada berubahnya kepribadian seseorang. Secara, di IPB itu ga cuma mahasiswanya aja yang "agamis dan terbuka" tapi dosennya pun juga welcome. Itu yang gue rasain sekarang. Gue berusaha mempertahankan "GUE" yang sekarang. Mungkin ga penampilan gue aja yang berubah, tapi gue ngerasa "pola pikir dan sikap" gue pun juga berubah menjadi lebih baik. Gue mencoba untuk berjuang menabung untuk bekal gue di akhirat nanti. Jadi, kalo ingin berubah untuk menjadi wanita shalihah karena Allah, mulailah dari sekarang! Jadilah hamba yang selalu mengorbankan segalanya dan selalu menomorsatukan Allah dalam urusan apapun, karena nanti Allah akan melakukan hal yang sama untukmu. Entah dalam hal apapun itu. Biasanya doa-doa yang "kepepet" itulah pertolongan Allah datang. 

Untuk yg perempuan, gue tau dan gue pernah ngerasain rasanya suka sama orang. Tapi untuk statement "apa salahnya wanita duluan yang menyatakan cinta?" itu masih ga logis di pikiran gue. Seharusnya perempuan itu ya tinggal nunggu aja dilamar sama calon suaminya. Kaya ceritanya Fatimah sama Ali bin Abi Thalib, yang sampe sekarang mereka berdua menjadi inspirasi gue untuk bersabar menunggu lelaki yang tepat. Gue percaya Allah udah mempersiapkan skenario yang terbaik buat pertemuan antara gue dan jodoh gue nantinya. Ohiya ngomong soal jodoh, gue baru beli novel karya nya Brili Agung Zaky Pradika yang berjudul Jangan Bodoh Mencari Jodoh. Disitu gue dapet banyak masukan. Gue baru tau kalo misalanya kita pengen jodoh seperti apa, kita harus minta sama Allah dan kalo berdoa sebut namanya. Lalu, kita harus menuliskan tipe jodoh yang kita mau seperti apa (ex. dependable, brave) tapi dengan syarat tipe-tipe yang kita tulis harus sesuai dengan diri kita. Kalau gue nulis rajin shalat tahajud & dhuha otomatis gue juga harus rajin shalat tahajud dan dhuha. Karena jodoh kita merupakan refleksi dari diri kita. Tapi tetep, melakukan itu semua niatnya hanya untuk Allah. Inget kan kata Allah lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik pula.
"Jodoh itu tidak ditunggu, tetapi kitalah yang harus menjemput jodoh kita. Pantaskan diri kita seperti jodoh yang kita inginkan" - Brili Agung.
"Ya Tuhan kami, berikanlah kami pasangan yg terbaik dari sisiMu, pasangan yg juga menjadi sahabat kami dlm urusan agama, urusan dunia & akhirat." 
Jadi ya "memantaskan diri" kita itu termasuk usaha dan ikhtiar kita kepada Allah. Kebanyakan orang berpikir usaha itu cari pacar sana sini, obral pin bb dan nmr hape, minta dikenalin or something. Bukan seperti itu usaha yang Allah inginkan.
"Stop looking for a partner. Focus on yourself and rebuilding your life. Eventually the right person will find you." @TheLoveStories
 Mendekatlah pada-Nya. Berdoalah kepada-Nya.
"YaAllah jika ia jodohku maka dekatkanlah kami, mudahkanlah jalan kami untuk bersatu, satukanlah hati dan pikiran kami hanya untuk-Mu yaAllah. Tolong berikanlah aku pertandaMu jika ia memang jodohku. Tolong buat aku menyadari kehadirannya jika ia ada di dekatku. Bila ia bukan yang terbaik untukku di sisi-Mu, maka hilangkanlah rasa ingin hidup bersama dengannya. Lenyapkanlah bayangan dirinya dalam pikiranku. Dan gantikanlah dengan yang lain, yang terbaik untukku di mata-Mu." - @faaraisyaah
Untuk para perempuan yang sedang beranjak umur kepala 2, bersiaplah menjadi ibu dalam kurun waktu 5 atau 6 tahun ke depan. Jadilah ibu yang bisa membimbing anaknya menuju surga-Nya, jadilah seorang istri yang selalu melengkapi suami semata-mata untuk beribadah kepada-Nya.